Dalam sejarah pemikiran Islam Indonesia modern, nama Nurcholish Madjid
tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ia hadir bukan semata sebagai intelektual
muslim, tetapi sebagai perintis jalan baru dalam menghadirkan Islam yang
rasional, inklusif, dan membumi. Cak Nur, begitu ia disapa, adalah figur yang
menjadikan Islam bukan sekadar keyakinan spiritual yang individual, tetapi
sebagai pemandu jalan hidup kolektif yang sarat etika, wawasan, dan harapan.
Pemikirannya terus memancar seperti mata air di tengah kehausan narasi Islam
yang humanis di abad ini.
Kita hidup dalam zaman yang penuh paradoks. Kemajuan teknologi
bersanding dengan kemunduran etika. Literasi melimpah, tetapi kebijaksanaan
langka. Keagamaan berkembang secara simbolik, tetapi sering kehilangan ruh
pembebasannya. Di tengah arus yang demikian deras, pemikiran Cak Nur tampil
tidak hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai kebutuhan. Gagasannya tentang iman
sebagai energi pendorong perubahan sosial, demokrasi sebagai akhlak publik, dan
pluralisme sebagai konsekuensi dari keesaan Tuhan, menjadi penanda betapa ia
tidak hendak membawa umat kembali ke masa lalu, melainkan mengajak mereka
untuk melangkah ke masa depan dengan bekal yang benar.
Cak Nur sering menegaskan, bahwa Islam adalah agama kemerdekaan, yang
menjunjung tinggi martabat manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral.
Maka tugas kita bukan mengulang-ulang yang sudah mapan, tetapi menggali
dan menafsir ulang dengan keberanian intelektual. Ungkapan ini menegaskan
komitmennya untuk terus mendorong umat Islam agar tidak berhenti hanya
pada pengulangan normatif, tetapi berani berpikir kritis dan kreatif.
40 HUMAN VIRTUES Pendar-pendar Hikmah Nurcholish Madjid
40 HUMAN VIRTUES
Pendar-pendar Hikmah Nurcholish Madjid
Penulis:
Aan Rukmana, Abdul Wahid, Abuhasan Asy’ari, Agus Purwadianto, Ammar Fauzi, Andreas Agung Kristanto, Any Suryani, Asrul Pattimahu, Azhar Ibrahim, Bagus Takwin, Budhy Munawar Rachman, Desvian Bandarsyah, Donna Abdul atief, Fachrurozi, Haidar Bagir, Hairunnisa Husain, Hariati, Herdi Sahrasad, Husain Heriyanto, Iin Mayasari, Kheyene M. Boer, Komela Avan, Kunrat Wirasubrata, Franz Magnis-Suseno, Miftah Fauzi Rakhmat, Mishka Husen Balfas, M. Subhi Ibrahim, Muhammad Halkis, Muhammad Supraja, Mukhtasar Syamsuddin, Musdah Mulia, Peni Hanggarini, Pipip A. Rifa’i Hasan, Rizki Damayanti, Rosy Febriani Daud, Suhermanto Ja’far, Sukron Kamil, Sunarno, Swary Utami Dewi, Syafinuddin Al-Mandari, Syamsuar, Wahyuningdiah Trisari, Zainal Abidin
Editor: Husain Heriyanto & Aan Rukmana
Pemeriksa Aksara: Adi Abdillah Yusuf & Imandega
Desain Sampul: CD’Sign Studio
Penata Letak: Crisdian Sandhy S
Ukuran : 15×23 cm
Kertas : Imperial Papper
COver : Soft COver
hahalam : 611 hal










Reviews
There are no reviews yet.