MENU
Sale!

Paradigma Sains Integratif Alfarabi

Availability: In stock

QUICK OVERVIEW

PARADIGMA SAINS INTEGRATIF ALFARABI
Pendasaran Filosofis bagi Relasi Sains, Filsafat, dan
Agama

Penulis: Dr. Humaidi 

Ukuran: 15 x 23 cm

Kertas: Bookpaper

Halaman: 409 hlm.

Cover: Soft

ISBN: 978-602-9261-44-8

Terbit: 2015

Rp 75,000.00 Rp 67,500.00

CompareCompare
Did you enjoy this? Share it!

Penulis buku ini berhasil mengekstrak pemikiran al-Farabi yang menawarkan sains integratif sebagai solusi dalam memperbaiki celah-celah sains modern yang cenderung sulit mengapresiasi ide-ide yang berhubungan dengan sesuatu yang metafisik. Sains integratif al-Farabi memiliki akar dan fondasi pada gagasan dan paradigma keesaan, Tauhid, yaitu prinsip dasar dalam keimanan Islam. Gagasan keesaan ini telah mengikat setiap bentuk dan struktur pemikiran sains al-Farabi, baik pada tataran ontologis, epistemologis, kosmologis, metodologis, maupun aksiologis. Rumusan penting dari prinsip ini adalah semakin menyatu dan terintegrasi suatu tatanan atau realitas, maka jaring-jaring kehidupan akan semakin harmoni. Sebaliknya, semakin disintegrasi suatu tatanan, maka jaring-jaring kehidupan akan mengalami kekacauan dan kehancuran.

***

Buku ini sangat bermanfaat bagi setiap pecinta ilmu pengetahuan, akademisi, dan mahasiswa filsafat, terutama mahasiswa filsafat Islam, bukan hanya karena penulisnya berhasil menyampaikan dengan sistematik pemikiran al-Farabi terkait dengan gagasan integrasi ilmu, tetapi juga karena relevansi pemikiran-pemikiran al-Farabi untuk menjawab beberapa isu epistemologis yang sangat penting dan sangat kita butuhkan hari ini.

—Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, Dosen Filsafat Islam UIN Jakarta & Universiti Brunei Darussalam

Dijuluki ‘Guru Kedua’ (setelah Aristoteles), al-Farabi merupakan figur krusial awal yang menyiapkan ‘panggung’ untuk banyak filsafat Islam selanjutnya, khususnya pada aliran Peripatetik.

Peter S. Groff dalam Islamic Philosophy A—Z

Meskipun doktrin al-Farabi adalah sebuah refleksi Abad Pertengahan, ia tetap mengandung beberapa gagasan moderen, bahkan kontemporer. Al-Farabi menyukai sains, membela eksperimentasi, dan menyangkal ilmu nujum dan astrologi… Dia memuliakan akal pada tingkat yang sangat suci, sehingga dia didorong melakukan pendamaian akal dengan tradisi, sehingga filsafat dan agama pun bisa sejalan, selaras.

—Ibrahim Madkour, PH.D. dalam A History of Muslim Philosophy

Additional Information

Weight 0.418 kg
Dimensions 23 x 15 x 2.5 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Paradigma Sains Integratif Alfarabi”

X

Theme Settings